Keikutsertaan Daar El-Qolam untuk pertama kali ini membuat kejutan. Tidak terduga Daar El-Qolam tampil sebagai wakil dari Provinsi Banten untuk kategori matematika. Bersama dengan tim dari sekolah lain di bidang IPA dan Bahasa.
Lomba yang berlangsung dari tanggal 9-13 November 2009 di Cipayung, Puncak Bogor adalah sebagai wahana kompetisi dan silaturrahmi para guru SMP tingkat nasional. Menurut Mendiknas, lomba ini adalah bagian dari ikhtiar para guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Hal semacam ini, katanya, perlu terus didorong dan dikembangkan, karena berikhtiar merupakan bagian dari kewajiban para guru dalam menemukan metodologi pembelajaran yang pas untuk peserta didik. Menurutnya, di tangan para guru lah sesungguhnya masa depan kualitas pendidikan Indonesia, dan melalui kreasi dan inovasi melalui media pembelajaran, pemahaman peserta didik dapat dibangun. "Metodologi mengajar memang harus terus menerus diperbaharui melalaui kegiatan kreasi dan inovasi, dan itu berada di tangan guru. Sesungguhnya, gurulah yang mengetahui dan memahami tentang metodologi itu," katanya.
Nuh mengemukakan, sekarang ini banyak masyarakat yang peduli dan mengkritisi berbagai persoalan tentang pendidikan, tapi sayangnya tidak disertai dengan ikhtiar dan tidak memberikan jalan ke luar bagaimana cara untuk memperbaikinya. "Sebagian masyarakat Indonesia masih sering memberikan penilaian negatif terhadap pendidikan kita, tapi penilaian itu tidak disertai ikhtiar dan upaya bagaimana cara memperbaikinya," katanya. "Padahal," lanjut beliau, "jika disertai dengan cara-cara untuk mengatasi dan memperbaikinya, persoalan itu pasti selesai dan kualitas pendidikan Indonesia akan semakin baik."
Mendiknas juga memotivassi para guru untuk terus berupaya meningkatkan kontribusinya di bidang pendidikan, mengingat kontribusi itu bagian dari amal jariah yang tidak akan pernah putus pahalanya. "Guru adalah orang yang Insya Allah pasti masuk surga, karena seorang guru tidak hanya memiliki anak yang sholeh, dapat beramal, tapi juga ilmu yang bermanfaat. Dua yang pertama, selain guru, mungkin semua orang bisa, tapi yang terakhir, ilmu yang bermanfaat, hanya guru yang memilikinya,” katanya. Khusus untuk para juara Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional tahun 2009.
Inovasi apa yang diciptakan?
Guru matematika ini menciptakan sebuah media pembelajaran berbentuk permainan yang mampu membuat siswa menjadi kuat daya ingatan terhadap rumus-rumus matematika yang bergitu kompleks. Permainan ini ia berinama Sirkuit Matematika. Media ini dikembangkan dari permainan ular tangga yang umumnya sudah di ketahui para siswa. Dengan sedikit menginovasi bentuk dan system permainan, ciptaannya ini mampu membuat sebuah pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Alhasil mampu meyakinkan para guru. Media ini ia kemas dalam sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan di Daar El-Qolam.
Sekali lagi Selamat kepada Umi Auliya, S.Pd. dan harapannya, Daar El-qolam kembali menorehkan prestasi di tahun yang akan datang dan juga dapat diikuti oleh mata pelajaran yang lain.
0 komentar:
Posting Komentar