Kamis, 01 April 2010

KESUKSESAN TOKO ONLINE AMAZON

eff Bezos adalah lulusan Princeton dengan gelar BSE (Bachelor of Science and Engineering) di bidang electrical engineering dan computer science. Setelah lulus tahun 1986, ia ditawari pekerjaan oleh Intel, Bell Labs dan Andersen Consulting, tetapi Bezos justru memilih kerja di Fitel, sebuah start up di bidang “financial telecommunications”.

Fitel adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh profesor-profesor dari Departemen Ekonomi di Columbia University. Inti bisnisnya adalah sejenis bursa online yang memudahkan transfer data dari Negara-negara yang berbeda. Ketika itu belum ada internet, sehingga usah semacam ini tentunya mendatangkan banyak uang.

Tahun 1988, Bezos pindah ke Bankers Trust Company. Ia membuat software BTWord, yaitu software yang memungkinkan klien-klien Banker Trust melihat laporan hasil investasi mereka lewat computer. Sebelumnya, laporan investasi secara berkala melalui hardcopy, tetapi Bezos mengotomatisasikannya lewat computer.
Tahun 1990, Bezos merasa belum siap mendirikan perusahaan sendiri, tetapi sudah siap pindah dari Bankers Trust. Mengapa? Dia Mengatakan bahwa ia akan pindah ke perusahaan dimana ia bias mengejar dambaannya, yaitu suatu system yang diberi istilah “second phase automation”. Apa maksudnya? Yakni dimana kita menggunakan teknologi untuk untuk mengubah proses bisnis yang lama menjadi lebih cepat dan efiesien. Lebih lanjut, kata Bezos, Second Pase Automation adalah “when you can fundamentally change the underlying businees process and do thing in a completely new way. So, it’s more of a revolution instead of an evolution.” (ketika Anda bisa mengubah suatu proses bisnis secara mendasar dan melakukannya dengan metode terbaru. Jadi, semuanya akan lebih tepat dikatakan sebuah revolusi daripada hanya sebuah evolusi.)
Akhirnya pada tahun 1990, ia resmi kerja di D.E. Shaw. Pertengahan tahun 1994, Bezos mengusulkan pada Mr. Shaw untuk membuat took online. Bezos kaget dan kecewa karena idenya ditolak mentah-mentah oleh Shaw.
Namun, Bezos tidak bisa melupakan idenya. Ia selalu melihat angka 2300 persen sebagai angka perkembangan tahunan internet. Dia melihat angka sebagai “huge, potentially wasted opportunity” (peluang besar potensial yang terabaikan). Akhirnya, Bezos mengatakan pada Mr. Shaw bahwa dia akan keluar dari D.E.Shaw dan membangun mimpi besarnya. Menyadari semangat muda Bezos yang meluap-luap, Mr. Shaw dengan karakternya sebagai orang tua yang bijaksana membawa Bezos jalan-jalan ke Central Park. Dia mengatakan bahwa penjualan buku online adalah ide besar. Namun, hal itu akan lebih baik dilakukan oleh orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan bagus, tidak seperti Bezos yang saat itu sedang menjabat Senior Vice President yang keamanan financialnya telah terjamin. Apalagi, menurut aturan siklus perusahaan, sebentar lagi ia akan menjadi CEO di D.E.Shaw.
Bezos mendapatkan waktu 48 jam untuk memikirkan keputusannya keluar. Akhirnya, ia tetap memutuskan keluar. Dia mengatakan, “Nanti Kalau saya sudah berumur 80 tahun, saya mungkin sudah tidak ingat berapa gaji saya di D.E.Shaw tahun 1994, tetapi saya pasti ingat dan menyesal kalau saya tidak terjun ke bisnis internet.” Selanjutnya, Bezos meninggalkan D.E. Shaw yang saat itu sedang memberikannya gaji sebesar 7 figure per tahun (7 figure terkecil adalah $1,000,000 bila bagi 12 sekitar $83,333 per bulan). Sejak itu, Bezos mulai merintis www.amazon.com dan mengembangkannya ke seluruh dunia.

Sebagaimana kita ketahui, produk utama amazon adalah buku. Mengapa harus buku? Sewaktu bekerja di D.E. Shaw, Bezos ditugaskan meneliti tentang bisnis yang bias dikembangkan di internet. Ia membuat daftar sampai 20 barang yang bias dijual, dari software computer sampai perlengkapan. Dalam daftarnya, buku menempati posisi teratas. Tempat kedua adalah musik, tetapi musik dieliminasi karena industri musik saat itu dikuasai 6 label record dan mereka mendominasi distribusi. Sebagai suatu perbandingan sederhana, saat itu ada 300.000 keping CD musik dengan judul berbeda, tetapi ada 3 juta buku dengan judul berbeda.

Menurut Bezos, saat saat itu penjualan dikatakan “large and fragmented”(luas dan terbagi) karena tidak ada yang mendominasinya. Di Amerika, ada lebih dari 10.000 penerbit buku, tetapi kebanyakan hanya memiliki kurang dari 10 judul buku, tetapi kebanyakan hanya memiliki kurang dari 10 judul buku. Bahkan, Random House yang merupakan penerbit terbesar hanya menguasai 10% pasar. Dua took buku terbesar pun, Barnes & Noble dan Border, jika digabungkan hanya menguasai sekitar 25% dari $30 miliar total sales. Ketersediaanpun merupakan salah satu keuntungan bisnis buku. Buku dapat dipesan langsung dari penerbit atau dari jaringan distributor.
Makin lama amazon makin berkembang dan seperti yang kita lihat saat ini amazon masih berdiri mantap, meskipun saingannya kian hari kian bertambah.
“Visi kami,” simpul Jeff,” adalah perusahaan dunia yang sangat berpusat pada pelanggan. Tempat orang untuk menemukan dan mengetahui segala sesuatu yang mungkin ingin mereka beli secara online.”Tujuan Amazon.com bukan menjadi toko buku terbesar di dunia melainkan toko serba ada terbesar di dunia.”
Sebagai “toko serba ada terbesar di dunia” Jeff selalu mengingatkan enam nilai dasar perusahaan. Keenam hal itu adalah :
1. Obsesi Pelanggan. Pelayanan kepada pelanggan --- memberikan apa yang diinginkan pelanggan pada harga semurah mungkin dan dengan waktu secepat mungkin --- selalu merupakan tugas terpenting
2. Kepemilikan. Semua karyawan ditawari peluang untuk menjadi pemegang saham di Amazon.com. “Semua orang adalah pemilik,” ujar Jeff Bezos.
3. Melakukan tindakan segera.”Lakukan itu sekarang”. “Jangan menunda-nunda”, “Wujudkanlah” adalah jargon-jargon yang selalu didengungkan. Tentu saja ditambah satu frasa lagi yakni “Tumbuh Besar dengan Cepat.”
4. Kesederhanaan. Yang tampak dari kantor sebuah perusahaan sebuah Amazon.com adalah kesederhanaannya. Uang tidak dihambur-hamburkan untuk dekorasi dan kemewahan.
5. Standar Karyawan yang Tinggi. Amazom.com tetap menginginkan orang-orang yang cerdas. Mereka disaring melalui daftar riwayat hidup dan wawancara untuk menemukan mereka.
6. Inovasi. Amazon.com terus memperkenalkan gagasan-gagasan baru, sistem baru dan penawaran baru kepada para pelanggannya.

READ MORE - KESUKSESAN TOKO ONLINE AMAZON

COBA

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mendorong para guru untuk menciptakan kreasi dan inovasi media pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam memahami materi pelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas peserta didik. Hal tersebut dikatakan Mendiknas M. Nuh di depan para pemenang Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran tahun 2009 untuk Guru SMP se-Indonesia di Gedung Depdiknas, Jakarta, Jum’at (13/11). Salah satu dari para pemenang adalah guru matematika di SMP Daar El-Qolam Tangerang sebagai juara pertama di kategori Matematika mengalahkan 39 finalis dari seluruh penjuru tanah air.

Keikutsertaan Daar El-Qolam untuk pertama kali ini membuat kejutan. Tidak terduga Daar El-Qolam tampil sebagai wakil dari Provinsi Banten untuk kategori matematika. Bersama dengan tim dari sekolah lain di bidang IPA dan Bahasa.

Lomba yang berlangsung dari tanggal 9-13 November 2009 di Cipayung, Puncak Bogor adalah sebagai wahana kompetisi dan silaturrahmi para guru SMP tingkat nasional. Menurut Mendiknas, lomba ini adalah bagian dari ikhtiar para guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Hal semacam ini, katanya, perlu terus didorong dan dikembangkan, karena berikhtiar merupakan bagian dari kewajiban para guru dalam menemukan metodologi pembelajaran yang pas untuk peserta didik. Menurutnya, di tangan para guru lah sesungguhnya masa depan kualitas pendidikan Indonesia, dan melalui kreasi dan inovasi melalui media pembelajaran, pemahaman peserta didik dapat dibangun. "Metodologi mengajar memang harus terus menerus diperbaharui melalaui kegiatan kreasi dan inovasi, dan itu berada di tangan guru. Sesungguhnya, gurulah yang mengetahui dan memahami tentang metodologi itu," katanya.

Nuh mengemukakan, sekarang ini banyak masyarakat yang peduli dan mengkritisi berbagai persoalan tentang pendidikan, tapi sayangnya tidak disertai dengan ikhtiar dan tidak memberikan jalan ke luar bagaimana cara untuk memperbaikinya. "Sebagian masyarakat Indonesia masih sering memberikan penilaian negatif terhadap pendidikan kita, tapi penilaian itu tidak disertai ikhtiar dan upaya bagaimana cara memperbaikinya," katanya. "Padahal," lanjut beliau, "jika disertai dengan cara-cara untuk mengatasi dan memperbaikinya, persoalan itu pasti selesai dan kualitas pendidikan Indonesia akan semakin baik."

Mendiknas juga memotivassi para guru untuk terus berupaya meningkatkan kontribusinya di bidang pendidikan, mengingat kontribusi itu bagian dari amal jariah yang tidak akan pernah putus pahalanya. "Guru adalah orang yang Insya Allah pasti masuk surga, karena seorang guru tidak hanya memiliki anak yang sholeh, dapat beramal, tapi juga ilmu yang bermanfaat. Dua yang pertama, selain guru, mungkin semua orang bisa, tapi yang terakhir, ilmu yang bermanfaat, hanya guru yang memilikinya,” katanya. Khusus untuk para juara Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional tahun 2009.

Inovasi apa yang diciptakan?

Guru matematika ini menciptakan sebuah media pembelajaran berbentuk permainan yang mampu membuat siswa menjadi kuat daya ingatan terhadap rumus-rumus matematika yang bergitu kompleks. Permainan ini ia berinama Sirkuit Matematika. Media ini dikembangkan dari permainan ular tangga yang umumnya sudah di ketahui para siswa. Dengan sedikit menginovasi bentuk dan system permainan, ciptaannya ini mampu membuat sebuah pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Alhasil mampu meyakinkan para guru. Media ini ia kemas dalam sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan di Daar El-Qolam.

Siswa sedang belajar matematika dengan media sirkuit matematika yang diciptakan

Sekali lagi Selamat kepada Umi Auliya, S.Pd. dan harapannya, Daar El-qolam kembali menorehkan prestasi di tahun yang akan datang dan juga dapat diikuti oleh mata pelajaran yang lain.

READ MORE - COBA